Ketika cahaya matahari masuk melalui jendela, mungkin kita mengira yang masuk hanyalah cahaya yang membuat ruangan menjadi terang.
Padahal, ada hal lain yang ikut datang bersama sinar matahari.
Selain cahaya yang dapat dilihat oleh mata, sinar matahari juga membawa energi ultraviolet (UV) dan inframerah (IR). Sebagian energi tersebut dapat melewati kaca dan berkontribusi terhadap panas di dalam ruangan.
Itulah sebabnya sebuah ruangan bisa menjadi sangat terang sekaligus terasa panas ketika terkena matahari langsung.
Lalu, apa sebenarnya yang ikut masuk bersama cahaya matahari? Apakah semua kaca bisa menahannya? Dan apakah kaca film dapat membantu mengurangi panas yang masuk melalui kaca?
Artikel ini membahasnya dengan bahasa sederhana.
Matahari memancarkan energi dalam berbagai bentuk.
Secara sederhana, kita dapat membaginya menjadi tiga bagian yang sering dibahas ketika membicarakan kaca:
Cahaya tampak adalah bagian yang dapat dilihat oleh mata.
Sementara itu, UV dan inframerah tidak dapat dilihat seperti cahaya biasa, tetapi tetap merupakan bagian dari energi radiasi matahari.
Department of Energy menjelaskan bahwa energi matahari yang mengenai jendela tidak hanya berkaitan dengan cahaya tampak. Jendela juga berhubungan dengan solar heat gain, yaitu panas matahari yang masuk melalui sistem kaca.
Jadi, ketika sinar matahari masuk melalui kaca, bukan hanya cahaya yang perlu diperhatikan.
Cahaya tampak adalah bagian dari sinar matahari yang dapat ditangkap oleh mata manusia.
Inilah yang membuat ruangan menjadi terang.
Contohnya ketika sinar matahari masuk melalui jendela pada pagi hari.
Kita dapat melihat:
Cahaya tampak sebenarnya bukan sesuatu yang selalu harus dihindari.
Justru cahaya alami dapat menjadi keuntungan karena membantu menerangi ruangan pada siang hari.
Masalah muncul ketika jumlah cahaya terlalu banyak dan disertai panas atau silau.
Karena itu, tujuan pengendalian kaca bukan selalu membuat ruangan gelap.
Yang lebih penting adalah mengatur keseimbangan antara cahaya, panas, dan kenyamanan.
Bagian berikutnya adalah ultraviolet atau UV.
UV tidak dapat dilihat oleh mata, tetapi merupakan bagian dari radiasi matahari.
Paparan UV menjadi perhatian bukan hanya untuk manusia, tetapi juga untuk berbagai material di dalam ruangan.
Dalam jangka panjang, paparan cahaya matahari dapat berkontribusi terhadap perubahan warna atau pemudaran pada material tertentu.
Misalnya:
Namun, pemudaran material tidak hanya dipengaruhi oleh UV. Cahaya tampak, panas, jenis material, durasi paparan, dan kondisi lingkungan juga dapat berperan.
Karena itu, mengurangi UV melalui kaca dapat menjadi salah satu bagian dari upaya melindungi interior.
Nah, bagian inilah yang sering dikaitkan dengan rasa panas.
Inframerah merupakan bagian dari radiasi matahari yang tidak dapat dilihat oleh mata.
Energi inframerah merupakan salah satu komponen yang berhubungan dengan pemanasan ketika radiasi matahari masuk melalui kaca.
Karena itu, sebuah kaca dapat terlihat terang tetapi tetap menyebabkan area di dekatnya terasa panas ketika terkena matahari.
Inilah alasan mengapa tingkat terang kaca tidak sama dengan kemampuan kaca mengendalikan panas.
Bayangkan sebuah kantor memiliki kaca besar dari lantai sampai mendekati plafon.
Pada siang hari, matahari mengenai kaca secara langsung.
Cahaya masuk.
Ruangan menjadi terang.
Namun pada saat yang sama, energi matahari juga dapat masuk dan menambah beban panas ruangan.
Akibatnya, orang yang duduk dekat kaca mungkin merasakan:
“Di sini panas, padahal AC menyala.”
Kondisi seperti ini bukan sesuatu yang aneh.
DOE menjelaskan bahwa jendela merupakan bagian penting dari selubung bangunan dan memiliki pengaruh terhadap solar heat gain serta kenyamanan ruangan.
Ada anggapan bahwa jika matahari terlihat menembus kaca, berarti semua energi matahari juga masuk.
Sebaliknya, ada juga anggapan bahwa kaca otomatis menghentikan panas matahari.
Keduanya terlalu sederhana.
Kemampuan kaca dalam meneruskan cahaya dan panas berbeda-beda, tergantung jenis kaca dan karakteristiknya.
Ada kaca yang lebih banyak meneruskan cahaya.
Ada yang memiliki lapisan khusus untuk mengendalikan panas.
Ada juga kaca dengan teknologi tertentu yang dirancang untuk mengurangi solar heat gain.
Karena itu, jenis kaca sangat berpengaruh terhadap kondisi ruangan.
Bisa.
Terutama ketika kaca mendapatkan paparan matahari langsung dalam jumlah besar.
Contohnya:
Semakin besar bidang kaca dan semakin kuat paparan matahari, semakin penting pengendalian solar heat gain.
DOE menjelaskan bahwa produk fenestrasi dapat memberikan kontribusi terhadap beban pendinginan bangunan karena menerima radiasi matahari, dan pemilihan karakteristik kaca dapat membantu mengurangi panas yang tidak diinginkan.
Secara sederhana, panas yang kita rasakan berkaitan dengan energi matahari yang masuk dan kemudian diserap atau dipancarkan kembali oleh berbagai permukaan di dalam ruangan.
Misalnya:
Matahari → kaca → energi matahari masuk → permukaan interior menyerap energi → ruangan terasa lebih panas.
Itulah salah satu alasan area dekat jendela sering terasa lebih panas dibanding area yang jauh dari jendela.
Tentu saja, kondisi ruangan secara keseluruhan juga dipengaruhi oleh:
Jadi, kaca bukan satu-satunya sumber panas.
Pernah duduk di dekat jendela pada siang hari?
Mungkin Anda merasakan bahwa satu sisi tubuh terasa lebih panas meskipun suhu AC sebenarnya cukup nyaman.
Hal tersebut dapat terjadi karena Anda menerima paparan radiasi matahari melalui kaca.
Contohnya:
Area A:
Jauh dari jendela.
Area B:
Tepat di dekat kaca yang terkena matahari.
Suhu udara ruangan mungkin terlihat sama, tetapi kenyamanan yang dirasakan bisa berbeda karena paparan radiasi matahari.
Inilah alasan mengapa posisi meja kerja, sofa, kursi atau area duduk juga perlu diperhatikan.
Bisa, tergantung jenis kaca film yang digunakan.
Kaca film solar control tertentu dirancang untuk membantu mengendalikan energi matahari yang masuk melalui kaca.
DOE mencatat bahwa window film termasuk salah satu jenis window attachment dan film dengan karakteristik tertentu dapat membantu mengurangi solar heat gain serta beban pendinginan.
Artinya, kaca film bukan hanya berfungsi membuat kaca terlihat lebih gelap.
Produk tertentu dapat dirancang untuk membantu mengontrol:
Namun kemampuan tersebut sangat tergantung pada produk dan spesifikasi film.
Ini salah satu hal yang penting dipahami.
Banyak orang berpikir:
“Kalau ingin kaca lebih adem, pilih yang paling gelap.”
Padahal tidak selalu seperti itu.
Tingkat kegelapan biasanya berkaitan dengan VLT atau Visible Light Transmission, yaitu seberapa banyak cahaya tampak yang dapat melewati kaca.
VLT tinggi berarti lebih banyak cahaya tampak yang diteruskan.
VLT rendah berarti lebih sedikit cahaya tampak yang diteruskan.
Sementara kemampuan mengendalikan panas merupakan karakteristik yang berbeda.
DOE juga membedakan antara kemampuan meneruskan cahaya tampak dan kemampuan mengendalikan panas matahari.
Jadi:
VLT bukan ukuran langsung kemampuan menolak panas.
Untuk rumah, kantor atau showroom, pemilik bangunan mungkin tetap menginginkan cahaya alami.
Jika kaca terlalu gelap, beberapa keuntungan dari jendela dapat berkurang.
Misalnya:
Karena itu, teknologi kaca dan film tertentu berusaha menggabungkan penerusan cahaya yang cukup dengan pengendalian energi matahari.
DOE juga menjelaskan konsep teknologi kaca selektif spektrum yang memungkinkan cahaya tampak tetap masuk sambil mengurangi sebagian radiasi inframerah yang berkontribusi terhadap panas.
Agar lebih mudah dipahami, bayangkan sinar matahari seperti satu paket besar yang berisi beberapa jenis radiasi.
Bisa dilihat mata.
Fungsi yang dirasakan: membuat ruangan terang.
Tidak terlihat oleh mata.
Perhatian utama: paparan UV dapat berkontribusi terhadap kerusakan material tertentu dan tentu memiliki dampak terhadap kulit.
Tidak terlihat oleh mata.
Perhatian utama: merupakan bagian dari energi radiasi matahari yang berhubungan dengan pemanasan.
Ketiganya bukan hal yang sama.
Karena itu, ketika membahas kualitas kaca film, jangan hanya bertanya:
“Berapa persen gelapnya?”
Lebih baik tanyakan juga:
“Bagaimana kemampuan film dalam mengendalikan panas matahari, cahaya, silau dan UV?”
Tidak.
Kaca film memiliki banyak jenis dan teknologi.
Karakteristik produk dapat berbeda berdasarkan:
Karena itu, dua film dengan warna yang terlihat hampir sama belum tentu memiliki performa yang sama.
Pada rumah, kaca film dapat dipertimbangkan terutama untuk ruangan yang terkena matahari langsung.
Contohnya:
Kebutuhan setiap ruangan dapat berbeda.
Ruang keluarga mungkin ingin tetap terang.
Kamar tidur mungkin lebih membutuhkan privasi.
Ruang kerja mungkin membutuhkan pengurangan silau agar layar komputer lebih nyaman dilihat.
Karena itu, pemilihan film sebaiknya berdasarkan fungsi ruangan.
Di kantor, cahaya alami memang dibutuhkan.
Namun cahaya matahari yang terlalu kuat dapat menyebabkan:
Kaca film solar control dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengendalikan kondisi tersebut.
Namun jangan menganggap kaca film otomatis mengurangi tagihan listrik dengan persentase tertentu.
Hasil energi aktual bergantung pada kondisi bangunan secara keseluruhan.
Showroom biasanya membutuhkan kaca yang tetap terlihat menarik.
Produk yang dipajang harus dapat dilihat dari luar.
Namun showroom dengan kaca besar juga dapat menghadapi masalah panas dan silau.
Karena itu, pilihan film dapat diarahkan pada kombinasi:
tetap terlihat + tetap terang + membantu mengurangi panas + mengurangi silau.
Tidak harus menggunakan film yang sangat gelap.
Ruko biasanya memiliki kaca depan yang cukup besar.
Kaca tersebut penting untuk:
Tetapi ketika matahari langsung mengenai kaca depan, panas dan silau dapat menjadi masalah.
Kaca film solar control dapat dipertimbangkan sebagai salah satu solusi retrofit tanpa harus mengganti seluruh kaca.
Ketika panas matahari masuk melalui kaca, sistem AC harus membuang panas tersebut untuk mempertahankan kenyamanan ruangan.
Jika sebagian solar heat gain dapat dikendalikan, beban pendinginan juga berpotensi berkurang.
DOE menjelaskan bahwa karakteristik jendela dan kaca berhubungan dengan beban pendinginan bangunan, dan teknologi pengendalian solar gain dapat membantu mengurangi panas yang tidak diinginkan.
Namun perlu diperhatikan:
Mengurangi beban pendinginan tidak sama dengan menjamin penghematan listrik dalam jumlah tertentu.
Konsumsi listrik tetap dipengaruhi banyak faktor.
Istilah “tolak panas” sering digunakan dalam pemasaran kaca film.
Tetapi secara teknis, performa produk sebaiknya dilihat dari data yang relevan dan kondisi pengujiannya.
Beberapa istilah yang mungkin ditemui antara lain:
Masing-masing memiliki arti berbeda.
Jadi, jangan membandingkan dua produk hanya berdasarkan satu angka tanpa mengetahui definisinya.
Tidak.
Tidak ada alasan untuk menganggap sebuah kaca film dapat menghentikan seluruh energi matahari.
Tujuan kaca film solar control adalah membantu mengendalikan sebagian energi matahari yang masuk melalui kaca, sesuai dengan karakteristik produknya.
Hasil akhirnya juga dipengaruhi oleh:
Jadi, ekspektasi harus realistis.
Ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan.
Terutama pada siang hari.
Ketika duduk atau bekerja menghadap kaca.
Terutama ketika matahari sedang kuat.
Karena cahaya matahari terlalu menyilaukan.
Paparan matahari dalam jangka panjang dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk material interior.
Semakin luas area kaca, semakin penting pengendalian solar heat gain.
Ada beberapa pendekatan yang dapat dipertimbangkan.
Dapat menjadi pilihan retrofit untuk membantu mengendalikan solar heat gain melalui kaca.
Dapat digunakan untuk mengontrol cahaya dan panas sesuai kebutuhan.
Kanopi, overhang atau elemen peneduh dapat membantu mengurangi paparan matahari sebelum mencapai kaca.
Meja kerja atau tempat duduk dapat dijauhkan dari area yang terkena radiasi matahari langsung.
Jika ruangan tetap panas, sumber masalah tidak selalu berada pada kaca.
Solusi terbaik bisa berupa kombinasi beberapa pendekatan.
Kaca film dapat dipertimbangkan jika:
Bangunan di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya dapat mengalami paparan matahari yang cukup kuat, sehingga pengendalian panas dari kaca menjadi salah satu hal yang dapat dipertimbangkan pada bangunan dengan bidang kaca besar.
Namun, kebutuhan setiap bangunan berbeda.
Rumah, kantor, ruko, showroom, cafe dan gedung komersial tidak selalu membutuhkan jenis film yang sama.
Karena itu, survey lokasi dapat membantu menentukan kebutuhan dengan lebih tepat.
Sebelum menentukan film, beberapa hal sebaiknya diperiksa:
Dengan begitu, film tidak dipilih hanya berdasarkan warna atau harga.
Sekarang kita kembali ke pertanyaan utama:
Ada yang ikut masuk bersama cahaya matahari?
Jawabannya adalah ya.
Ketika sinar matahari mengenai kaca, yang perlu diperhatikan bukan hanya cahaya tampak yang kita lihat.
Ada juga energi dari bagian radiasi matahari yang tidak terlihat oleh mata, termasuk ultraviolet dan inframerah.
Sebagian energi tersebut dapat berkontribusi terhadap pemanasan dan paparan terhadap interior.
Karena itu, kaca pada rumah, kantor, ruko atau gedung bukan sekadar “jalan masuk cahaya”.
Kaca juga merupakan bagian penting dari bagaimana panas matahari masuk ke dalam bangunan.
Jika Anda memiliki rumah, kantor, showroom, ruko, cafe, restoran atau gedung dengan kaca besar yang terasa panas dan silau, kaca film solar control dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan.
Yamas Autocare melayani kebutuhan kaca film mobil dan kaca film gedung.
Kebutuhan pemasangan dapat dibahas berdasarkan:
Untuk hasil yang lebih sesuai, survey lokasi dapat dilakukan sebelum menentukan kebutuhan pemasangan.
Yamas Autocare
Kaca Film Mobil & Gedung
Alamat:
Jl. Raya Ciater Barat No. 001, Ciater Barat, Serpong, Tangerang Selatan (Taman Tekno 2), Banten
Telepon/WhatsApp:
0812-2222-4606
Website:
www.yamasautocare.com
Instagram:
@yamas_autocare
Yamas Autocare – Solusi Kaca Film untuk Mobil dan Bangunan